bekerja dengan layar data pada ermapper

  • Bekerja Dengan Layer Data
  • Bab ini memperkenalkan anda konsep layer data dalam ER Mapper d an memberikan anda bagaimana cara menggunakannya. Anda akan belajar untuk memanggil data dalam layer, menghidupkan dan mematikan layer, menspesifikasi prioritas layer yang diproses serta menambah, memindah dan menghapus layer dari sebuah algorithm.

    1. Layer data
    2. Didalam ER Mapper, anda membangun tampilan citra anda dengan pembuatan satu atau lebih layer data dalam window algoritma. Berbagai layer data dikombinasikan untuk membuat citra akhir pada tampilan screen atau output untuk peralatan cetak.

      Untuk menampilkan alur diagram proses sebuah layer. Klik pada Layer tab dan pilih layer tersebut dari sisi kiri window algorithm. Masing-masing layer pada sebuah algorithm dapat memiliki pemrosesan yang berbeda dan menggunakan data set citra yang berbeda. Algoritma sederhana hanya memiliki satu layer saja (sebuah layer Pseudocolor), tetapi tipe algoritma lainnya dapat memiliki beberapa layer data. Sebagai contoh, sebuah tampilan citra dalam RGB mempunyai 3 layer data, satu untuk citra komponen warna merah, satu untuk hijau dan satu untuk biru. Layer juga dapat berisi jenis data lain dimana anda ingin mengoverlaykannya dengan citra, seperti vector GIS atau data tabular, dan anotasi atau komposisi peta.

      Masing-masing layer dalam algoritma anda dapat dimanipulasi bebas dari yang lainnya menggunakan ikon-ikon alur proses terkait dengan layer tersebut. Fleksibilitas ini adalah satu dari fitur-fitur kunci dalam ER Mapper yang membuatnya mudah untuk membangun dan memperbaiki algoritma pemrosesan citra yang komplek.
      Pada prinsipnya, anda buat sebuah algoritma dengan terlebih dulu menentukan satu atau lebih layer untuk tampilan data raster anda, seperti citra satelit atau foto udara digital. Kemudian anda dapat menambahkan layer untuk menampilkan data vektor (seperti jaringan jalan), data tabular (seperti lokasi pengambilan contoh), dan layer-layer untuk anotasi citra seperti teks, grid koordinat dan sebagainya.

    3. Menu Kontrol Layer
    4. Jika anda meng-klik Layer tab, diagram process dari layer akan muncul. Masing-masing layer pada algoritma mempunyai rangkaian informasi dan control yang disediakan pada layer itu sendiri. Untuk mematikan layer, klik ikon Turn On/Off pada window algoritma atau klik kanan pada tombol mouse pada layer untuk menampilkan short-cut menu dan pilih Turn off.

    5. Mode Warna (Color Modes)
    6. ER Mapper menggunakan sebuah konsep yang dikenal “Color Mode” yang menetapkan cara pada layer mana data raster ditampilkan. Untuk menentukan satu tipe tertentu dari tampilan citra, anda pilih tipe layer dan color mode yang cocok. Color mode terletak di surface tab pada window algoritma. Klik pada surface tab dan anda akan melihat Color Mode, Color Table dan Transparancy (%) dengan tombol slide.

    7. Pilihan Color Mode (pada surface tab)
    8. ER Mapper menyediakan tiga pilihan color mode dalam surface tab, dan masing-masing dirancang untuk menampilkan dan memanipulasi data raster citra dengan jalan yang berbeda. Setting Color Mode harus selalu terkait dengan tipe layer yang anda gunakan. Sebagai contoh , jika anda bekerja dengan layer pseudocolor, Color Mode anda harus diset ke pseudocolor. Ketiga Color Mode tersebut adalah :

      Color ModeFungsi
      Pseudocolor Dirancang untuk menampilkan layer raster data tunggal; warna citra dikontrol dengan setting LUT saat itu.
      Red Green Blue Dirancang untuk menampilkan raster data pada ruang warna merah, hijau, dan biru. Warna citra dibangun menggunakan layer-layer terpisah untuk warna merah, hijau, dan biru (atau warna guns) pada komputer display.
      Hue Saturation Intensity Dirancang untuk menampilkan raster data dalam ruang warna hue, saturation dan intensity. Warna citra dibangun menggunakan layer-layer terpisah untuk hue (warna), saturation (warna-warna murni) dan intensity (warna-warna terang).

    9. Tipe Layer Data
    10. ER Mapper menyediakan beberapa tipe layer data, masing-masing dirancang untuk menampilkan data dengan format khusus (raster, vektor, tabel) atau menampilkan data raster citra dengan cara cara tertentu. Secara umum ada 2 tipe layer :

      • Layer Raster menampilkan citra atau dataset pixel, dan tampilan citra tersebut sering merupakan hasil kombinasi dua atau lebih layer raster (sebagai contoh, red, green, dan blue)
      • Layer Vektor menampilkan GIS, garis tabular (titik), dan data komposisi peta, dan selalu mencakup data raster yang terletak dibawahnya ketika overlaping.
    11. Jenis Layer Raster
    12. Banyak jenis layer raster hanya cocok dengan seting color mode yang sudah pasti. Jika layer tidak sesuai dengan color mode yang sedang digunakan, ER Mapper akan secara otomatis melewati layer tersebut dalam window algoritma dan tidak akan digunakan selama proses berlangsung. Jenis-jenis layer raster dan color mode terkait yang sesuai tercantum pada tabel berikut :

      Layer RasterFungsiColor mode yang sesuai
      PseudocolorMenampilkan raster data, warna dikontrol dengan LUT aktif saat itu.Pseudocolor
      Red Menampilkan raster data pada saluran merah Red Green Blue
      Green Menampilkan raster data pada saluran hijau Red Green Blue
      Blue Menampilkan raster data pada saluran biru Red Green Blue
      Hue Menampilkan raster data; mengontrol komponen warna (merah, kuning, hijau) Hue Saturation Intensity
      Saturation Menampilkan raster data; mengontrol komponen warna bening (pastel atau warna jernih) pada tampilan citra Hue Saturation Intensity
      Intensity Menampilkan raster data; mengontrol komponen kecerahan (cerah atau gelap) pada tampilan citra semua
      Height Mengontrol elevasi 3D pada (atau nilai Z) pada tampilan citra dalam perspektif 3 dimensi semua
      Class Display Menampilkan raster data yang dihasilkan dari proses klasifikasi (Supervised / unsurpervised) semua
      Classification Menampilkan sebuah warna overlay tematik solid yang dihasilkan dari overlay raster data dengan raster data semua

      Tips :
      Anda dapat mengubah layer raster dari jenis satu ke jenis lainnya dengan cepat menggunakan Layer Type drop-down list dari Edit/Change Raster layer menu atau dari short-cut menu yang muncul setelah meng-klik tombol kanan mouse pada layer aktif yang tersorot.

    13. Jenis Layer Vektor
    14. Layer vector digunakan untuk menampilkan anotasi peta dan data file lain dalam format vektor dari sumber yang berbeda. Semua layer vektor selalu ditampilkan diatas layer raster, berdasar posisi mereka diantara layer lainnya dalam window algoritma. Layer vektor tidak terpengaruh dengan setting color mode, karena color mode digunakan hanya untuk layer raster. Berikut ini adalah tipe-tipe dari layer vektor :

      Jenis Layer Vektor Fungsi Annotation map / Map Composition Membuat anotasi warna (garis, lingkaran, teks, dll) dan komposisi objek (skala, arah kompas,dll). Juga digunakan untuk menampilkan file-file vektor dalam format ER Mapper dengan ekstensi “.erv” Region Overlay Menentukan polygon region (area study) untuk sebuah raster citra , atau menampilkan nama dan area studi yang sudah ada ARC/INFO overlay Menampilkan, mengedit dan menyimpan data vektor yang dalam format ARC/INFO Dynamic Links Menampilkan data vektor atau data table produk dari software lain atau format lain seperti DXF atau postscript

      Catatan : Ada jenis tambahan layer vektor yang jarang digunakan, yang tidak tercakup detail dalam manual ini. Anda dapat menambahkan beberapa jenis layer vektor dari drop-down list yang muncul setelah penekanan Edit/Add Vektor layer menu.

    15. Pemilihan dan Modifikasi Layer Data
    16. Untuk memodifikasikan sebuah layer data, anda harus terlebih dahulu mengaktifkan data tersebut dengan mengklik layer tersebut. Sebuah kotak berbayangan kemudian muncul sekeliling layer yang menandakan layer telah terpilih. Anda harus terlebih dulu memilih sebuah layer sebelum anda dapat memanggil sebuah dataset citra baru kedalamnya atau memodifikasi alur proses-nya.

      Penting untuk diperhatikan bahwa layer data akan menjadi tidak aktif apabila anda mengubah color mode dalam surface tab untuk sebuah pilihan bahwa hal ini tidak lagi valid untuk layer tersebut. Ketika sebuah layer menjadi tidak aktif, teksnya tidak aktif muncul atau “greyed out” pada window algoritma. Sebagai contoh apabila anda mengubah color mode surface menjadi Red Green Blue maka beberapa layer pseudocolor menjadi tidak aktif dan tidak akan diproses oleh ER Mapper (sama seperti halnya dimatikan dengan Turn Off).

    17. Latihan
    18. Latihan-latihan ini memberikan anda praktek penggunaan dan manipulasi layer raster data dalam ER Mapper, Pemahaman bagaimana untuk bekerja dengan layer adalah tahapan penting dalam pemahaman bagaimana untuk membangun dan menggunakan algoritma.
      Setelah menyelesaikan latihan-latihan ini, anda akan mengetahui bagaimana untuk melaksanakan beberapa tugas dalam ER Mapper.
      Sebelum memulai latihan ini, pastikan semua window ER Mapper telah tertutup. Hanya menu utama ER Mapper yang terbuka dilayar monitor.

      1. Menghidupkan dan Mematikan Layer
      2. Belajar menghidupkan layer data agar dapat disertakan dalam pemrosesan dan juga mamatikan layer data untuk mengeluarkannya dari pemrosesan. Anda juga belajar bagaimana status layer dapat berubah jika anda mengubah color mode.

        Membuka sebuah citra dan menampilkan sebuah mosaik algorithm

        • Pada File menu, pilih Open…..
        • Pilih direktori D:\Remote Sensing\Samarinda.ers
        • Klik OK, akan muncul window citra Samarinda


        Gambar 21. Window tampilan citra

        Membuka Algorithm window untuk menampilkan layer data

        • Dari View menu, pilih Algorithm…. maka Algorithm window akan muncul menampilkan layer data RGB.
        • Jika diperlukan anda dapat memperbesar/memperkecil ukuran window sesuai keperluan.

        Gambar 22. Window Algorithm

        Mematikan Layer

        • Dalam Algorithm window, periksa apakah bagian layer sudah terpilih/aktif. Pilihlah layer Red dari citra
        • Klik kanan…. pilihlah Turn Off
        • Lakukan juga pada layer Green dan layer Blue

        Menghidupkan Layer

        • Dalam Algorithm window, periksa apakah bagian layer sudah terpilih/aktif. Pilihlah layer Red dari citra
        • Klik kanan….pilihlah Turn On
        • Lakukan juga pada layer Green dan Layer Blue

        Mengubah Color Mode dan Bagaimana Efeknya terhadap Layer

        • Pada Algorithm window, dari surface tab, pilih Pseudocolor dari Color Mode. Maka semua layer Red Green Blue ditandai dengan tanda silang yang berarti tidak sesuai lagi dengan color mode sekarang (pseudocolor).
        • Pada Surface Tab, pilihlah Red Green Blue pada Color Mode. Layer – layer tersebut akan aktif kembali.
      3. Memanggil Data ke dalam Layer
      4. Belajar untuk memanggil citra pada layer tertentu atau kumpulan layer dalam sebuah algoritma. Juga memahami penggunaan ikon-ikon OK, Apply, OK this layer only, dan Apply this layer only pada Raster Dataset file chooser dialog box.

        Membuka sebuah RGB Algorithm

        • Klik tombol Open
        • Pilih direktori tempat file algorithm tersimpan
        • Pilih file yang tipe filenya .alg

        Memanggil sebuah citra baru untuk 3 layer

        • Pastikan Layer tab terpilih, klik pada tombol Load Dataset.
        • Pilih direktori tempat file algorithm tersimpan
        • Bedakan fungsinya antara ikon OK this layer only, Apply this layer only, OK, dan Apply

    penajaman citra pada ermapper

    Penajaman Citra

  • Penajaman Citra
  • Citra digital merupakan konfigurasi piksel yang bervariasi nilai spektralnya, dan membentuk suatu kenampakan kuasi-kontinu. Tiap kenampakan obyek berbeda satu sama lain karena adanya perbedaan interval nilai piksel yang merepresentasikannya, dan juga karena berbeda kesan pola spasial yang dihasilkannya. Dengan demikian, perubahan yang terjadi pada nilai piksel ataupun pada kesan pola spasial akan menghasilkan perubahan kenampakan citra tersebut. Inilah yang dijadikan prinsip dalam penajaman citra secara digital, bagaimana mengubah nilai piksel secara sistematis, sehingga menghasilkan efek kenampakan citra yang lebih ekspresif, sesuai dengan kebutuhan pengguna.

  • Menampilkan Citra dalam RGB
  • Layar monitor menghasilkan warna – warna dengan iluminasi phosphor merah, hijau, dan biru untuk setiap pixel. Ketika anda mengubah display transformasi RGB citra, ER Mapper mengontrol pemetaan antara nilai data citra dengan kecerahan dari phosphor merah, hijau, dan biru dalam display hardware.

  • Tombol Transform
  • Secara default, banyak layer raster data dalam ER Mapper mempunyai 2 tombol transform dalam algorithm. Pertama diaplikasikan sebelum formula (pre-formula) dan lainnya diaplikasikan setelah formula (post-formula). Anda juga dapat menyisipkan dan menambahkan transform tambahan dikeduanya untuk membuat penajaman kekontrasan yang komplek.

  • Transform Dialog Box
  • Ketika anda meng-klik satu tombol transform pada algorithm window, maka ER Mapper membuka transform dialog box yang menyediakan control interaktif untuk penajaman kontras dan modifikasi pemetaan / perentangan warna. Sebuah konsep dalam penggunaan transform dialog adalah menggerakkan garis transform, sebab garis ini mengontrol pemetaan nilai data untuk mendisplay kecerahan atau warna. Untuk memindahkan garis ini, caranya sederhana dengan meng-geser ke lokasi yang baru atau klik tombol otomatis yang tersedia disamping kanan histogram.

    • Buka dataset yang anda punya. Pada Algorithm Windows pilih salah satu saluran (misal band 1).
    • Citra akan tampil dengan tampilan agak gelap, untuk mempertajam kenampakan citra pada Algorithm Window klik Edit Transform Limits.
    • Akan muncul dialog box seperti di bawah.


      Gambar 23. Jendela Transformasi

    • Untuk meningkatkan kontras citra, klik Create Autoclip Transform atau bisa juga dengan mengklik Histogram Equalize.
    • Citra akan tampil dengan kontras yang lebih baik.

    Transformasi adalah teknik peningkatan kontras warna dan cahaya dari suatu citra sehingga memudahkan untuk interpretasi dan analisis citra. Histogram adalah suatu tampilan grafik dari distribusi frekuensi relatif dalam suatu dataset. Suatu kotak dialog transformasi akan menampilkan histogram data masukan dan data keluaran setelah ditransformasi, dan garis transformasi

    • Untuk mengkontraskan data dengan menghilangkan 1 % informasi klik
    • Untuk mengkontraskan data secara manual klik akan keluar tampilan sebagai berikut :


      Gambar 24. Jendela Pengaturan Transformasi

    • Kesembilan icon disebelah kanan adalah berbagai jenis stretch yang umum digunakan antara lain transformasi linier, histogram equalisasi, gausian, dll. Untuk mengetahui jenis transformasi untuk setiap icon letakkan cursor beberapa saat diatas icon.
    • Untuk mengganti layer yang akan diubah kontrasnya klik , , atau
    • Anda dapat juga membuat kontras citra secara manual dengan mendrag garis lurus pada kotak histogram dengan mouse kiri, seperti contoh:


    Gambar 25. Jendela Transformasi yang telah diatur

  • Latihan
  • Menampilkan Histogram Citra
  • Belajar untuk mendisplay histogram sebuah citra, memunculkan nilai data dan mendisplay grid koordinat diatas histogram

    Memanggil dan Mendisplay sebuah citra dalam greyscale

    • Klik tombol View Algorithm for Image Window untuk memunculkan Algorithm window
    • Klik tombol Load Dataset
    • Pilih direktori tempat file tersimpan…….OK
    • Pada surface tab, dari color Table pilihlah greyscale.

    Menampilkan Nilai Data Pada Histogram Window

    • Letakkan mouse di sembarang lokasi dalam histogram. Nilai X dan Y pada titik tersebut akan muncul. X (kisaran data citra) berada di sebelah kiri atau Y (kecerahan monitor atau LUT) berada disebelah kanan.
    • Tempatkan mouse pada kanan bawah histogram. Anda akan melihat nilai X yang tinggi dan nilai Y rendah karena anda berada dibagian bawah display atau kisaran nilai LUT
    • Tempatkan kursor pada kiri atas histogram. Atas terlihat nilai X rendah dan nilai Y tinggi karena anda berada pada bagian atas display atau kisaran LUT.

    Menghidupkan Koordinat Grid

    • Aktifkan tombol Grid, maka akan tampil grid pada histogram dengan spasi yang teratur. Grid ini dapat membantu anda menentukan posisi X-Y data dengan cepat pada histogram
    • Matikan Grid untuk menghilangkan grid dari tampilan

    Menutup Transform Dialog Box

    • Klik close untuk menutupnya
  • Menggunakan Transformasi Linier

    Belajar untuk menggunakan transformasi linier sederhana untuk menampilkan tingkat kecerahan/kegelapan dari citra dan menaikkan atau menurunkan kekontrasan citra. Anda juga belajar untuk membuka transform dialog dari toolbar.

    Membuka kembali transform dialog dari toolbar

    • Klik tombol Edit Transform Limits pada menu utama ER Mepper

    Menggunakan efek tingkat kecerahan linier pada citra

    • Klik tombol Create Default Linier Transform
    • Geser kursor vertical ke atas

    Menggunakan perentangan kontras linier untuk meningkatkan kekontrasan citra

    • Tempatkan kursor pada batas kanan bawah histogram. Catatlah bahwa nilai X ditampilkan pada kiri atas menunjukan sekitar 160-170. Meskipun batas atas dari nilai citra mendekati 255, disana terdapat sedikit sekali nilai antara 170 dan 255 (sebagaimana ditunjukkan dengan frekuensi pada histogram)
    • Klik tombol Create Default Linier Transform
  • Menyoroti Suatu Feature
  • Belajar untuk menggunakan piecewise linier transform untuk membuat kekontrasan yang lebih kompleks yang difokuskan untuk mengekstraks objek tertentu dengan kisaran nilai tertentu pada citra.
    Dalam kekontrasan untuk peyesuaian transform sederhana yang digunakan sebelumnya, piecewise linier transform membagi transform garis dalam beberapa bagian. Masing- masing bagian dari garis tersebut dapat mempunyai sebuah perbedaan slope (hubungan X – Y) yang mempersilakan anda memodifikasi pemetaan kisaran data berbeda dari bagian lainnya pada garis tersebut. Piecewise transform mempersilakan anda untuk membuat penajaman kekontrasan yang lebih kompleks.

    Sesuaikan Transform untuk memaksimalkan kontras daerah perairan dan daratan Anda bekerja dengan citra Landsat TM, pada umumnya terdapat 2 puncak pada histogram citra yang memberikan informasi tentang feature tersebut.

    • Puncak pertama yang terletak di sebalah kiri menunjukan feature air/perairan
    • Puncak kedua yang terletak di sebelah kanan menunjukan feature darat/daratan.
  • Modifikasi Data dan Kisaran Display
  • Belajar untuk menggunakan pilihan menu Limits untuk menspesifikasikan kisaran yang pasti dari suatu nilai data dan mendislay nilai untuk memodifikasi kekontrasan citra dan pemetaan warna.

    Menggunakan Limits to Actual untuk mengeset kisaran nilai X
    Lihatlah teks “Actual Input Limit” pada transform dialog. Dan perhatikan nilai yang tertera. ER Mapper mencatat kisaran sebenarnya dari nilai data yang di temukan pada citra dan menampilkannya pada teks Actual Input Limits.

    • Dari menu Limits, pilih Limits to Actual.
      Kisaran yang tampak pada sumbu Axis berubah disesuaikan dengan teks Actual Input Limits, ER Mapper menghitung ulang histogram dan menggunakan transform hanya untuk kisaran nilai sebenarnya dari citra.

      Tips :
      Limit to Actual merupakan pilihan yang umum digunakan karena mempersilakan anda bekerja dengan hanya kisaran nilai citra yang sebenarnya. Hal ini terutama berguna untuk citra yang tidak menggunakan kisaran nilai 8 bit (0-255). Limits to Actual adalah sangat sering pada tahapan pertama penyesuaian kontras, diikuti dengan penyesuaian lainnya seperti pilihan.

    Set Input Limits to 99 % Kisaran Histogram
    • Dari menu Limits, pilihlah Input to 99% Histogram.

      Kisaran data pada Axis horizontal berubah mendekati histogram sendiri untuk mengisi kisaran X Input Limits to 99 % Histogram memotong 1 % semua nilai data dalam citra, mengambil 0,5 % dari nilai terendah dan 0,5 % dari nilai tertinggi. (Hasil dari pemotongan akan mengindikasikan hanya 1 % nilai data citra turun).

      Citra tampak sedikit terang ketika hanya pada kisaran data dimana kebanyakan nilai terjadi dipetakan kedalam tingkat keabuan. (0,5% nilai data teratas dan terbawah dipetakan berturut – turut pada warna putih dan hitam).

  • Menggunakan Pilihan Transformasi Otomatis
  • Belajar menggunakan pilihan transform otomatis seperti autoclippng, histogram equalization, Gaussian equalization, level slicing dan lainnya.

    Reset display citra pada greyscale dan default transform

    • Ubah Y axis minimum kembali ke nilai 0, dan Y maksimum ke nilai 255
    • Pada Algorithm window, ubah Lookup Table ke Greyscale.

    Menggunakan Autoclip Transform pada data

    • Pada transform dialog, klik tombol Create autoclip transform
    • Double klik pada tombol create autoclip transform. Akan muncul presentase autoclip ada defaultnya 99 %
    • Masukkan nilai 95, kemudian klik OK untuk menutup dialog.
    • Double klik tombol create autoclip transform lagi, masukkan nilai 99 kemudian tekan OK

    Menggunakan Histogram Equalize Transform pada data

    • Pada transform dialog, klik tombol Histogram equalize
      ER Mapper membuat transform garis linier piecewise yang kompleks dan mengupdate citra. Histogram equalize (disebut juga stretching distribusi seragam) secara otomatis akan menyesuaikan garis transformasi ini sehingga nilai – nilai citra akan ditempatkan pada histogram yang mempunyai frekuensi besar, dengan demikian kontras terbesar akan terjadi pada kisaran yang mempunyai banyak nilai (puncak histogram). Histogram equalization akan selalu membuat kekontrasan yang kuat pada sebuah citra antara daerah gelap dan terang. Dalam beberapa kasus, dia juga dapat mensaturasi cerah dan gelap sehingga dapat mengaburkan yang detail.

    Menggunakan Gaussian Equalize Transform pada data

    • Pada transform dialog, klik tombol Gaussian equalize
      ER Mapper akan membuat transform garis linier piecewise dan sekaligus mengupdate citra. Gaussian equalization secara otomatis menyesuaikan transformasi garis sehingga tampilan nilai – nilai citra akan disesuaikan kedalam distribusi Gaussian. (Sebuah Gaussian, atau distribusi normal, dicirikan dengan histogram seperti bentuk bel. Perhatikan bahwa histogram output mempunyai bentuk hampir sama).

    Menggunakan Level Slice Transform pada data

      Level slicing (atau density slicing) membagi citra kedalam warna diskret dan menghilangkan warna transisi diantaranya. Citra hasil ini akan tampak terbagi dalam bagian – bagian dan masing – masing bagian ditampilkan dengan warna tertentu. Teknik ini akan berguna untuk melihat data pada interval diskret dan warna.
    • Pada Transform dialog, klik tombol level slice transform
    • Double klik pada tombol diatas, maka sebuah kotak dialog akan muncul dan mempersilakan anda untuk memasukkan jumlah step untuk garis transformasi.
    • Masukkan angka 3, kemudian klik OK untuk menutup dialog Garis transformasi terbagi kedalam 3 step berdasarkan nilai reflektansinya (rendah, sedang, tinggi) dan langsung mengupdate citra.

    Menggunakan Logarithmic dan Exponential Transform pada data

    • Pada Transform dialog, klik tombol Create default logarithmic transform Garis transformasi berubah menjadi kurva halus dari pojok kiri atas histogram dan citra akan menjadi sangat terang
    • Geser garis transformasi ke bawah, lihatlah garis tersebut masih berupa kurva halus dan kenampakan citra sekarang menjadi lebih gelap.
    • Pada Transform dialog, klik tombol create default exponential transform
      Logarithmic transform berguna untuk masksud penajaman tertentu, seperti menampilkan data dengan kisaran perubahan yang besar, atau untuk mengurangi kenampakan gelap pada citra ketika anda berkonsentrasi pada variasi nilai kecerahan. Transform ini berguna untuk pengolahan data geofisika dengan sebuah kisaran dinamis yang kecil untuk meningkatkan kekontrasan pada tampilan citra.
  • Bekerja dengan Beberapa Transformasi

    Belajar untuk menyisipkan, menambahkan dan menghapus transform dari alur proses dan menggunakan beberapa transformasi.

    Membuka Algorithm window

    • Klik tombol View Algorithm for Image Window pada toolbar

    Menggunakan 99 % autoclip transform pada data

    • Klik tombol Refresh Image with 99 % clip in Limits

    Menyisipkan transform kedua

    • Dari menu Edit pada Transform dialog, pilih Insert new transform
      Transform kedua (dan tombol) ditambahkan pada diagram alur proses pada algorithm window (ini disisipkan sebelum tranformyang pertama).

    Menghapus transform baru dari alur proses

    • Dari menu Edit pada transform dialog, pilih Delete this transform Transform sekarang (yang baru disisipkan) terhapus dari diagram alur proses

    Menambahkan transform kedua

    • Dari menu Edit, pilih Append new transform
      Transfor kedua (dan tombol) ditambahkan pada diagram alur proses (ditambahkan setelah transform pertama)

    Menentukan Gaussian Equalization untuk transform baru

    • Pada Transform dialog, klik tombol Gaussian Equalize
      ER Mapper membuat sebuah garis persamaan Gaussian (Gaussian equalization transform) dan mengupdate citra. Citra output adalah hasil citra yang menggunakan 2 transform (99 % autoclip diikuti Gaussian equalization). Ini adalah sebuah contoh penajaman citra menggunakan kombinasi karakteristik 2 transform yang berbeda.

    Kembali kepada transform dan histogram awal

    • Pada Transform dialog, klik tombol Move to previous transform in layer. Isi dari transform dialog berubah untuk menunjukkan transform sebelumnya dalam alur diagram proses ( yang menggunakan 99 % autoclip)
    • Klik tombol Move to next transform in layer.
  • Menggunakan Perentangan Kontras Otomatis

    Belajar untuk menggunakan tombol yang secara otomatis mempertajam kekontrasan citra. Ini memberitahu anda menampilkan berbagai kombinasi band citra secara cepat tanpa memerlukan mengeset actual limits setiap saat secara manual.

    Membuka Algorithm RGB

    • Pada menu utama ER Mapper, klik tombol Open Algorithm into Image Window pada toolbar
    • Pilih direktori tempat file algorithm disimpan

    Mengubah kombinasi Band ke RGB 321

    • Dengan menggunakan Band Selection drop-down menu dalam Algorithm window, ubah citra pada saluran Red menjadi B3, Green menjadi B2 dan Blue menjadi B1.

    Menggunakan Tombol Refresh Image untuk Mempertajam Kontras

    • Pada menu utama klik tombol Refresh Image with 99% clip on limits
    • Pilih B4 untuk layer red, B3 untuk Green, dan B2 untuk layer Blue
    • Klik tombol Refresh Image with 99% clip on limits
    • Kekontrasan citra RGb 432 terlihat dipertajam. Vegetasi ditampilkan dalam warna merah dan areal urban ditampilkan dengan warna cyan dan abu – abu.
    • Pilih B5 untuk layer Red, B4 untuk layer green, dan B2 untuk layer Blue.
    • Klik tombol Refresh Image with 99% clip on limits
    Kekontrasan citra RGB 542 terlihat dipertajam. Vegetasi ditampilkan dalam warna hijau dan areal urban ditampilkan dengan warna magenta.

    Menampilkan Citra dan Band yang berbeda

    • Dalam diagram alur proses, klik tombol Load Dataset
    • Pilih direktori tempat file citra disimpan
    • Dalam diagram alur proses, klik tombol post-formula Edit Transform Limits untuk layer Red. Histogram dan transform dari citra sebelumnya masih ditampilkan.
    • Klik tombol Refresh Image with 99% clip on limits dan lihat Transform dialog berubah secara otomatis.
  • buat blog


    Petunjuk praktis membuat Blog

    Karena banyak yg bertanya tentang apa itu blog, maka agar lebih praktis saya tuliskan saja di sini info dasar blog bagi pemula. Tulisan ini berdasarkan cara pandang saya melihat teknologi blog yg sekarang lagi tumbuh pesat diminati tidak hanya kalangan awam, tapi juga mulai merambah ke kalangan intelektual dan akademisi serta selebritis Indonesia. Di luar negeri, blog sudah berkembang sejak lama. Kita saja yg memang suka ketinggalan.

    1. Apa itu blog?

    Blog adalah situs pribadi. Berbeda dg website yg setiap memposting harus susah payah memakai kode ekstensi .html .php, .asp, dll, blog merupakan otomatisasi dari semua ekstensi tsb. Sehingga karena sudah diotomatisasi, maka kita-kita semua yg lugu teknologi menjadi ostosmastis dapat memposting apa yg kita inginkan persis seperti kita memposting email ke teman atau ke milis.

    Dan karena kemudahan inilah, maka semua orang yg tahu internet dapat membuat blog atau situs pribadi; sama halnya dg memiliki email. Tak heran apabila pemilik blog bervariasi: mulai dari pembantu rumah tangga, ibu rumah tangga, tukang jualan sayur di pasar klewer, cewek-cewek "ramah" di pasar senggol, sampai profesor dan menteri-menteri.

    2. Bagaimana cara membuat blog?

    Seperti halnya email, buat account dulu di free blog provider (pemberi hosting/domain blog gratis). Yg paling populer adalah http://www.blogger.com/ Bagi Anda yg sudah agak melek-huruf teknologi bisa juga buat account http://www.wordpress.com/ dan http://blogsome.com/. Selain yg dua ini masih banyak penyedia blog gratis yg bisa Anda ketahui kemudian. Ikuti pentunjuk step-by-step ketika mendaftar.

    3. Setelah selesai register/sign-up di http://www.blogger.com, anda dapat mulai memposting/mempublish apapun yg Anda inginkan di blog mulai dari curhat, puisi, cerpen, tulisan serius sampai yg canda.

    Dikutip dari : Mario Gagho at Blog Tutorial

    belajar MAP INFO

    Geographic Informatic System (GIS) saat ini dijadikan sebagai tool yang digunakan untuk pemetaan dan analisa terhadap banyak aktivitas diatas permukaan bumi. Teknologi GIS menggabungkan antara database operation, seperti query dan analisa statistik dengan peta. GIS memiliki power dalam membuat suatu peta, integrasi informasi, visualisasi skenario, memecahkan masalah yang kompleks, dan mengembangkan suatu solusi efektif terhadap objek geografi yang belum pernah ada sebelumnya.

    MapInfo sebagai sebuah software GIS memiliki kemampuan dalam analisis data, menampilkan informasi geografis seperti berikut :

    1. Tools untuk melakukan input dan transformasi data geografi.
    2. Sistem Manajemen Basis Data (DBMS).
    3. Tools yang mendukung query geografis, analisis dan visualisasi.
    4. Graphical User Interface (GUI) untuk memudahkan akses pada tools geografi.

    Disini akan dijelaskan bagaimana menampilkan thematic pada sebuah peta sehingga tampilan yang diperoleh dapat digunakan untuk analisa pada berbagai kebutuhan.

    untuk lebih jelasnya kunjungi...http://ilmukomputer.com/2008/02/16/thematic-map-dengan-mapinfo-professional/


    navigasi darat




    Navigasi Dasar-dasar navigasi
    Navigasi adalah pengetahuan untuk mengetahui keadaan medan yang akan dihadapi, posisi kita di alam bebas dan menentukan arah serta tujuan perjalanan di alam bebas.
    Pengetahuan tentang navigasi darat ini meliputi:
    • Pembacaan peta
    • Penggunaan kompas
    • Penggunaan tanda-tanda alam yang membantu kita dalam menentukan arah.
    Pengetahuan tentang navigasi darat ini merupakan bekal yang sangat penting bagi kita untuk melakukan kegiatan di alam bebas, dari savana, gunung sampai hutan rimba. Dan untuk itu dibutuhkan peralatan dan perlengkapan sebagai berikut:
    • Peta topografi
    • Penggaris
    • Kompas
    • Konektor
    • Busur Derajat
    • Altimeter
    • Pensil
    PETA TOPOGRAFI
    Peta adalah gambaran dari permukaan bumi yang diperkecil dengan skala tertentu sesuai dengan kebutuhan. Peta digambarkan siatas bidang datar dengan sistem proyeksi tertentu. Peta yang digunakan untuk kegiatan alam bebas adalah Peta Topografi. Peta topografi adalah suatu representasi di atas bidang datar tentang seluruh atau sebagian permukaan bumi yang terlihat dari atas dan diperkecil dengan perbandingan ukuran tertentu. Peta topografi menggambarkan secara proyeksi dari sebagian fisik bumi, sehingga dengan peta ini bisa diperkirakan bentuk permukaan bumi. Bentuk relief bumi pada peta topografi digambarkan dalam bentuk garis-garis kontur. Dalam menggunakan peta topografi harus diperhatikan kelengkapan petanya yaitu:
    • Judul Peta
    Adalah identitas yang tergambar pada peta, ditulis nama daerah atau identitas lain yang menonjol
    • Keterangan Pembuatan Peta.
    Merupakan informasi mengenai pembuatan dan instansi pembuat. Dicantumkan di bagian kiri bawah dari peta
    • Nomor Peta (Indeks Peta).
    Adalah angka yang menunjukan nomor peta. Dicantumkan di bagian kanan atas.
    • Pembagian Lembar Peta.
    Adalah penjelasan nomor-nomor peta lain yang tergambar di sekitar peta yang digunakan, bertujuan untuk memudahkan penggolangan peta bila memerlukan interpretasi suatu daerah yang lebih luas.
    • Sistem Koordinat.
    Adalah perpotongan antara dua garis sumbu koordinat. Macam koordinat adalah:
    o Koordinat Geografis: Sumbu yang digunakan adalah garis bujur (BB dan BT), yang berpotongan dengan garis lintang (LU dan LS) atau kordinat yang penyebutannya menggunakan garis lintang dan bujur. Koordinatnya menggunakan derajat, menit dan detik. Misalnya Co 120°32' 12"BT 5°17' 14" LS.
    o Koordinat Grid: Perpotongan antara sumbu absis (x) dengan ordinal (y) pada koordinat grid. Kedudukan suatu titik dinyatakan dalam ukuran jarak (meter), sebelah selatan ke utara dan barat ke timur dari titik acuan.
    o Koordinat Lokal: Untuk memudahkan membaca koordinat pada peta yang tidak ada gridnya, dapat dibuat garis-garis faring seperti grid pada peta.
    Skala bilangan dari sistem koordinat geografis dan grid terletak pada tepi peta. Kedua sistem koordinat ini adalah sistem yang berlaku secara internasional. Namun dalam pembacaan seiring membingungkan, karenaya pembacaan koordinat dibuat sederhana atau tidak dibaca seluruhnya.
    Misalnya: 72100 mE dibaca 21, 9° 9700 mN dibaca 97, dan lain-lain.
    • Skala Peta.
    Adalah perbandingan jarak di peta dengan jarak horisontal sebenarnya di medan atau lapangan. Rumus jarak datar dipeta dapat dituliskan sbb:
    Jarak Di Peta X Skala = Jarak Di Medan Penulisan skala peta biasanya ditulis dengan angka non garis (grafis). Misalnya Skala 1:25.000, berarti 1 cm si peta sama dengan 25m di medan yang sebenarnya.
    • ORIENTASI ARAH UTARA.
    Pada peta topografi terdapat tiga arah utara yang harus diperhatikan sebelum menggunakan peta dan kompas, karena tiga arah tersebut tidak berada pada satu garis. Tiga arah utara tersebut adalah:
    o Utara Sebenarnya (True North/US/TN) diberi simbol * (bintang), yaitu utara yang melalui Kutup Utara di Selatan Bumi.
    o Utara Peta (Grid North/UP/GN) diberi simbol GN, yaitu Utara yang sejajar dengan garis jala vertikal atau sumbu Y. Hanya ada di peta.
    o Utara Magnetis (Magnetic North/UM) diberi simbol T (anak panah separuh), yaitu Utara yang ditunjukan oleh jarum kompas. Utara magnetis selalu mengalami perubahan tiap tahunnya (ke Barat atau Timur) dikarenakan oleh pengaruh rotasi bumi. Hanya ada di medan, karena ketiga arah utara tersebut tidak berada pada satu garis, maka akan terjadi penyimpangan-penyimpangan sudut, antara lain:
     Penyimpangan sudut antaraUS - UP balk ke Barat maupun ke Timur, disebut ikhlaf Peta (IP) atau Konvergensi Merimion. Yang menjadi patokan adalah Utara Sebenarnya (US).
     Penyimpangan sudut antara US -UM balk ke Barat maupun ke Timur, disebut Ikhtilaf Magnetis (IM) atau Deklinasi. Yang menjadi patokan adalah I Utara Sebenarnya (IS).
     Penyimpangan sudut antara UP - UM balk ke Barat maupun ke Timur, disebut Ikhtilaf Utara Peta-Utara Magnetis atau Deviasi. Yang menjadi patokan adalah Utara Peta f71'. dengan diagram sudut digambarkan US UP UM
    • GARIS KONTUR ATAU GARIS KETINGGIAN.
    Garis kontur adalah gambaran bentuk permukaan bumi pada peta topografi. Sifat-sifat garis kontur, yaitu:
    o Garis kontur merupakan kurva tertutup sejajar yang tidak akan memotong satu sama lain dan tidak bercabang.
    o Garis kontur yang didalam selalu lebih tinggi dari yang diluar.
    o Interval kontur selalu merupakan kelipatan yang sama.
    o Indek kotur dinyatakan dengan garis tebal.
    o Semakin rapat jarak antara garis kontur, berarti semakin terjal. Jika garis kontur bergerigi (seperti sisir) maka kemiringannya hampir sama atau sama dengan 90°.
    o Pelana (sadel) terletak antara dua garis kontur yang sama tingginya tetapi terpisah satu sama lain. Sadel yang terdapat diantara dua gunung besar dinamakan PASS.
    • TITIK TRIANGULASI.
    Selain dari garis-garis kontur dapat pula diketahui tinggi suatu tempat dengan pertolongan titik ketinggian, yang dinamakan titik triangulasi, titik ini adalah suatu titik atau benda yang meruakan pilar atau tonggak yang menyatakan tinggi mutlak suatu tempat dari permungkaan laut. macam-macam titik triangulasi:
    o Titik Primer, 1'.14 titik ketinggian gol. I, No. 14, tinggi 3120 mdpl. 3120
    o Titik Sekunder, S.45, titik ketinggian gol. II, No.45, tinggi 2340 mdpl. 2340
    o Titik Tersier, 7:15 , titik ketinggian gol.III No. 15, tinggi 975 mdpl 975
    o Titik Kuarter, Q.20 , titik ketinggian gol.IV No. 20, tinggi 875 mdpl 875
    o Titik Antara, TP.23 , titik ketinggian Antara, No.23, tinggi 670 mdpl 670
    o Titik Kedaster, K.131 , titik ketinggian Kedaster, No.I 31, tg 1202 mdpl 7202
    o Titik kedaster Kuater, K.Q 1212, titikketinggian Kedaster Kuarter, No. 1212, tinggi 1993 mdpl 1993
    • LEGENDA PETA.
    Adalah informasi tambahan untuk memudahkan interprestasi peta, berupa unsur yang dibuat oleh manusia maupun oleh alam. Legenda peta yang penting dan perlu sekali dipahami antara lain:
    o Titik ketingian
    o Jalan setapak
    o Garis batas wilayah
    o Jalan raya
    o Pemukiman
    o Air
    o Kuburan, dll.
    MEMAHAMI PETA TOPOGRAFI
    A. MEMBACA GARIS KONTUR
    • Punggungan Gunung
    Punggungan gunung merupakan rangkaian garis kontur berbentuk huruf U dimana Ujung dari huruf U menunjukan tempat atau daerah yang lebih pendek dari kontur diatasnya.
    • Lembah atau Sungai
    Lembah atau sungai merupakan rangkaian garis kontur yang berbentuk n (huruf V terbalik) dengan Ujung yang Tajam.
    Daerah landai datar dan terjal curam
    Daerah datar/landai garis konturnya jarang, sedangkan daerah terjal/curam garis konturnya rapat.
    MENGHITUNG HARGA INTERVAL KONTUR
    Pada peta skala 1:50.000 dicantumkan interval konturnya 25 meter. Untuk mencari interval kontur berlaku rumus 1/2000 x skala peta. Tapi rumus ini tidak berlaku untuk semua peta, pada peta GUNUNG MERAPI/1408-244/JICA TOKYO-1977/1:25.000, tertera dalam legenda peta interval konturnya 10 meter sehingga berlaku rumus 1/2500 x skala peta. Jadi untuk penentuan interval kontur belum ada rumus yang baku, namun dapat dicari dengan:
    • Cari dua titik ketinggian yang berbeda atau berdekatan. Misalnya titik A dan B
    • Hitung selisih ketinggiannya (antara A dan B)
    • Hitung jumlah kontur antara A dan B
    • Bagilah selisih ketinggian antara A-B dengan jumlah kontur antara A-B hasilnya adalah interval kontur.
    C. UTARA PETA
    Setiap kali menghadapi peta topografi, pertama-tama carilah utara peta tersebut. selanjutnya lihat judul peta (judul peta selalu berada pada bagian utara, bagian atas dari peta). Atau lihat tulisan nama gunung atau desa di kolom peta, utara peta adalah bagian atas dari tulisan tersebut.
    D. MENGENAL TANDA MEDAN
    Selain tanda pengenal yang terdapat pada legenda peta, untuk keperluan orientasi harus juga digunakan bentuk-bentuk bentang alam yang mencolok di lapangan dan mudah dikenal di peta, disebut Tanda Medan. Beberapa tanda medan yang dapat dibaca pada peta sebelum berangkat ke lapangan, yaitu:
    • Lembah antara dua puncak
    • Lembah yang curam
    • Persimpangan jalan atau ujung desa
    • Perpotongan sungai dengan jalan setapak
    • Percabangan da kelokan sungai, air terjun, dan lain-lain
    Untuk daerah yang datar dapat digunakan, persimpangan jalan dan percabangan sungai, jembatan dan lain-lain.
    E. MENGGUNAKAN PETA
    Pada perencanaan perjalanan dengan menggunakan peta topografi, sudah tentu titik awal dan titik akhir akan diplot di peta. Sebelum berjalan catatlah:
    • Koordinat titik awal (A)
    • Koordinat titik tujuan (B)
    • Sudut peta antara A - B
    • Tanda medan apa saja yang akan dijumpai sepanjang lintasan A - B
    • Berapa panjang lintasan antara A - B dan berapa kira-kira waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan lintasan A - B
    Yang perlu diperhatikan dalam melakukan suatu operasi adalah.
    • Kita harus tahu titik awal keberangkatan kita, balk di medan maupun di peta
    • Gunakan tanda medan yang jelas balk di medan dan peta
    • Gunakan kompas untuk melihat arah kita, apakah sudah sesuai dengan tanda medan yang kita gunakan sebagai patokan, atau belum.
    • Perkirakan berapa jarak lintasan. Misalnya, medan datar 5 km ditempuh selama 60 menit dan medan mendaki ditempuh selama 10 menit.
    • Lakukan orientasi dan resection, bila keadaannya memungkinkan.
    • Perhatikan dan selalu waspada terhadap adanya perubahan kondisi medan dan perubahan arah perjalanan, menyeberangi sungai, ujung lembah dan lainnya-lainnya.
    • Panjang lintasan sebenarnya dapat dibuat dengan cara, pada peta dibuatkan lintasan dengan jalan membuat garis (skala vertikal dan horisontal) yang disesuaikan dengan skala peta. Gambar garis lintasan tersebut (pada peta) memperlihatkan kemiringan lintasan juga penampang dan bentuk peta. Panjang lintasan diukur dengan mengalikannya dengan skala peta, maka akan didapatkan panjang lintasan sebenarnya.
    F. MEMAHAMI CARA PLOTTING DI PETA
    Plotting adalah menggambar atau membuat titik, membuat garis dan tanda-tanda tertentu di peta. Plotting berguna bagi kita dalam membaca peta. Misalnya Tim Camp berada pada koordinat titik A (3989 : 6360) + 1400 m dpl. Basecamp memerintahkan tim Camp agar menuju koordinat titik T (4020 : 6268) + 1301 m dpl. Maka langkah-langkah yang harus dilakukan adalah:
    • Plotting koordinat T di peta dengan menggunakan konektor. Pembacaan dimulai dari sumbu X dulu, kemudian sumbu Y, didapat (X:Y).
    • Plotting sudut peta dari A ke T, dengan cara tarik garis dari A ke T, kemudian dengan busur derajat/kompas orientasi ukur besar sudut A - T dari titik A ke arah garis AT. Pembacaan sudut menggunakan sistem Azimuth (0" - 360°) searah putaran jarum jam. Sudut ini berguna untuk mengorientasikan arah dari A ke T.
    • Interprestasi peta untuk menentukan lintasan yang efisien dari A menuju T. Interprestasi ini dapat berupa garis lurus ataupun berkelok-kelok mengikuti jalan setapak, sungai ataupun punggungan. Harus dipahami betul bentuk garis-garis kontur. Plotting lintasan dan memperkirakan waktu tempuhnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi waktu tempuh:
    o Kemiringan lereng dan Panjang lintasan
    o Keadaan dan kondisi medan (misalnya hutan lebat, semak berduri atau pasir)
    o Keadaan cuaca rata-rata
    o Waktu pelaksanaan (pagi, siang atau malam)
    o Kondisi fisik dan mental serta perlengkapan yang dibawa.
    G. MEMBACA KOORDINAT
    Cara menyatakan koordinat ada dua cara, yaitu:
    • Cara koordinat peta
    Menentukan koordinat ini dilakukan diatas peta dan bukan dilapangan. Penunjukan koordinat ini meggunakan:
    o Sistem Enam Angka, misalnya: koordinat titik A (374:622), titik B (377:461)
    o Cara Delapan Angka, misalnya: koordinat titik A (3740:6225), titik B (3376:4614)
    • Cara Koordinat Geografis
    Untuk Indonesia sebagai patokan perhitungan adalah Jakarta yang dianggap 0 atau 106° 44' 27,79". Sehingga di wilayah Indonesia awal perhitungan adalah kota Jakarta. Bila di sebelah barat Jakarta akan berlaku pengurangan dan sebaliknya. Sebagai patokan letak lintang adalah garis ekuator (sebagai 0). Untuk koordinat geografis yang perlu diperhatikan adalah petunjuk letak peta.
    H. SUDUT PETA
    Sudut peta dihitung dari utara peta ke arah garis sasaran searah jarum jam. Sistem pembacaan sudut dipakai Sistem azimuth (0° - 360°). Sistem Azimuth adalah sistem yang menggunakan sudut-sudut mendatar yang besarnya dihitung atau diukur sesuai dengan arah jarum jam dari suatu garis yang tetap (arah utara). Bertujuan untuk menentukan arah-arah di medan atau di peta serta untuk melakukan pengecekan arah perjalanan, karena garis yang membentuk sudut kompas tersebut adalah arah lintasan yang menghubungkan titik awal dan akhir perjalanan. Sistem perhitungan sudut dibagi menjadi dua berdasarkan sudut kompasnya.
    AZIMUTH SUDUT KOMPAS
    Back azimuth: bila sudut kompas > 180° maka sudut kompas dikurangi 180°. Bila sudut kompas < 180° maka sudut kompas ditambah 180°.
    TEHNIK MEMBACA PETA
    Prinsipnya: "menentukan posisi dari arah perjalanan dengan membaca peta dan menggunakan tehnik orientasi dan resection, bila keadaan memungkinkan"
    Titik awal: Kita harus tahu titik keberangkatan kita, baik itu dipeta maupun di lapangan. Plot titik tersebut di peta dan catat koordinatnya.
    Tanda Medan: Gunakan tanda medan yang jelas (punggungan yang menerus, aliran sungai, tebing, dll) sebagai guide line atau pedoman arah perjalanan. Kenali tanda medan tersebut dengan menginterprestasikan peta.
    Arah Kompas: Gunakan kompas untuk melihat arah perjalanan kita. Apakah sesuai dengan arah punggungan atau sungai yang kita susuri.
    Menaksir Jarak: Dalam berjalan, usahakan selalu menaksir jarak dan selalu memperhatikan arah perjalanan. Kita dapat melihat kearah belakang dan melihat jumlah waktu yang kita pergunakan. Jarak dihitung dengan skala peta sehingga kita memperoleh perkiraan jarak di peta. Perlu diingat, bahwa taksiran kita itu tidak pasti.
    10' x 10' untuk peta 1:50.000
    20' x 20' untuk peta 1:100.000
    Untuk peta ukuran 20' x 20' disebut juga LBD, sehingga pada 20' pada garis sepanjang khatulistiwa (40.068) merupakan paralel terpanjang.

    40.068km: (360° : 20') = 40.068 km: (360° : 1/3) = 40.068 km: (360° x 3) 40.068km : 1080 = 37,1km
    Jadi 20' pada garis sepanjang khatulistiwa adalah 37,1 km. Jarak 37,1 km kalau digambarkan dalam peta skala 1 : 50.000 akan mempunyai jarak: 37,1 km = 3.710.000 cm. Sehingga dipeta: 3.710.000 : 50.000 akan mempunyai jarak: 37,1km = 3.710.000 : 50.000 = 74,2 cm.
    Akibatnya 1 LBD peta 20' x 20' skala 1:50.000 di sepanjang khatulistiwa berukuran 74,2 x 74,2cm. Hal ini tidak praktis dalam pemakaiannya.
    Lembar Peta
    Dikarenakan LBD tidak praktis pemakaiannya, karena terlalu lebar. Maka tiap LBD dibagi menjadi 4 bagian dengan ukuran masing-masing 10' x 10' atau 37,1 x 37,1 cm. Tiap-tiap bagian itu disebut lembar peta atau sheet, dan diberi huruf A, B, C, D. Jika skala peta tersebut 1:50.000, maka peta itu mempunyai ukuran 50.000 x 37,1 = 1.855.000cm = 18,5km.
    Penomoran Lembar Peta
    • Meridian (garis bujur) yang melalui Jakarta adalah 106° 48' 27,79" BT dipakai sebagai meridian pokok untuk penomoran peta topografi di Indonesia. Jakarta sebagai garis bujur 0.
    tunggu sambungannya......

    haraM vs haLal

    kini kita masih belum bisa menyadari bahwa banyak hal yang masih belum digarap....
    ini kisah seorang yang merasa dirinya ideal dengan kemampuannya sendiri....
    yang HARAM tinggal sedikit dan yang HALAL sudah habis...
    itulah argumen yang dikeluarkan atas kepeduliannya terhadap kondisi yang ada saat ini.
    terlalu banyak orang2 yang terjerat akan ketidak mampuan kita untuk mengemban amanah yang telah diberikan kepada kita...sekarang bukan waktunya bicara teman2, berbuatlah sesuatu walaupun itu hanya seutas DOA yang tulus dari lembar bibir ikhlasmu...
    ingat teman2...jangan pernah kamu mengharap rasa manis ketika kamu makan garam...


    cieeeeee.....kayak oke saja.....bayar ki utang mu cowok....

    lariiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

    ada kalanya kita harus lari dengan sekuat tenaga