menampilkan nilai data citra pada ermapper

  • Menampilkan Nilai Data Citra
  • Pada bagian ini akan ditunjukkan bagian ER Mapper yang bertujuan untuk mengenal nilai data dari citra dengan berbagai nilai dan lokasi koordinat. Bagian ini termasuk nilai sel, neighborhood, signatures, traverse extraction, dan scattergram. Kita juga akan belajar bagaimana mengukur jarak antara dua titik dalam citra.

    1. Sekilas tentang tampilan nilai data

      Mengetahui nilai data dari citra adalah salah satu dasar yang paling penting dalam menilai kualitas data dan bagian karakteristik dalam tahapan selanjutnya pada satu citra. Beberapa pilihan untuk mengetahui nilai data dan lokasi geografi dalam ER Mapper adalah:

      Nilai Sell Nilai data yang berasosiasi dengan nilai setiap pixel dalam citra, atau nilai data pada setiap band atau banyak band.
      Neighborhoods Satu koleksi nilai – nilai data yang ada disekitar pixel
      Signatures Nilai data dari sebuah pixel dalam semua band yang ditampilkan pada satu format garis.
      Traverse extraction Sebuah profile penjumlahan data nilai sepanjang satu garis atau polygon yang digambarkan pada satu citra.
      Sattergrams Sebuah nilai titik X – Y yang berhubungan antara nilai data dalam dua band satu citra.
      Histograms Sebuah plot yang menggambarkan kisaran nilaian data pada sumbu X dan frekuensi relatif pada sumbu Y.

    2. Latihan
    3. Latihan ini akan menunjukan anda beberapa variasi untuk melihat nilai data, koordinat, lokasi, dan jarak geografi antara dua poin satu citra.

      Apa yang akan anda pelajari
      Setelah menyelesaikan latihan – latihan ini, anda mengetahui bagaimana ER Mapper dalam keadaan tertutup. Hanya menu utama ER Mapper yang terbuka pada layer komputer.

      1. Melihat nilai – nilai dan signatures

      2. Tujuan : Mempelajari untuk melihat nilai data dalam sebuah text format, format sekeliling, dan nama – nama (grafik garis) format.

        Buka dan tunjukkan satu RGB algorithm

        1. Dari menu File, pilih ikon Open
          Satu layer citra dan menu ikon Open akan muncul pada kotak dialog
        2. Double klik pada direktori dengan nama D:/Remote Sensing untuk membuka.
        3. Double klik pada file dengan nama “ Melak 2000_rec. ers ”.

        Melihat nilai sel dalam citra untuk semua band

        1. Dari ikon View, pilih Cell Values Profile


          Gambar 26. Jendela Cell Value Profile

          Setelah kotak Cell Values Profile muncul. Geser mouse ke dekat layer. Kotak dialog ini akan memunculkan tiga layer, dimana semuanya akan bisa dimatikan kapan saja.
        2. Pada ketetapan awal, pilihan Values sudah dipilih. (jika ini sudah dirubah, aktifkan ikon Values dan matikan ikon Signatures dan Neighbors).
        3. Pada pilihan menu utama, klik ikon Set Pointer mode Set Pointer mode mengajari kita menggunakan mouse pointer melihat nilai dari data. (Fungsi lain dari mouse ini adalah untuk penggunaan fungsi zoom dan pan)
        4. Posisikan pointer didalam layer dan geserkan mouse pointer didalam citra (atau klik sembarang pixel). Cell Values Profile menunjukan nilai data dari tujuh band dalam citra landsat untuk lokasi pixel sekarang dalam citra. Nilai data sekarang adalah secara perlahan ujung bawah edge pada kotak dialog untuk membuat lebih besar dan terang).

        Melihat neighborhood dari nilai sel

        1. Dalam Cell Values Profile dialog, aktifkan Neighborhood option Window kedua sudah ditambahkan dalam Cell Values Profile, dengan satu drop – down menu untuk memilih sebuah band citra.
        2. Letakkan kursor dalam layer, kemudian geser mouse dari satu sisi citra (atau cukup dengan mengklik pada sembarang pixel). Sebuah nilai 3X3 dari satu neighborhood yang ditunjukkan sesuai dengan apa yang kita geserkan dengan mouse. Pixel yang ditengah dalam tampilan 3X3 adalah pixel sesungguhnya, dan delapan pixel disekelilingnya adalah neighbors. Tampilan ini berguna untuk melihat variasi lokal atau tekstur dalam variasi diberbagai bagian dari citra.
        3. Dari daftar band yang ada dibagian bawah, pilih B4:B4 dan pindahkan kembali dalam citra. Nilai data untuk band 4 dari citra Landsat ditujukan dalam tampilan 3X3 neighborhood.

        Melihat sebuah signature dari cell untuk berbagai fetures

        1. Dalam Cell Values Profile dialog, aktifkan menu signature Window kedua sudah ditambahkan pada Cell Values Profile dialog, dengan satu menu dropdown untuk memilih satu band citra.
        2. Pastikan layar Signature diperbesar dengan memberikan ukuran pada kotak dialog, atau dengan mematikan Neighbors option.
        3. Klik tanda tombol untuk warna hijau diatas window signature
        4. Pilih satu titik pada citra dilayar dan dipindahkan secara perlahan dari satu sisi pada area hijau dicitra ( alam dan Vegetasi buatan ). Nilai data pada semua band dalam area hijau yang ditentukan pada satu format garis lurus (kadang disebut sebagai suatu signature ). Tanda titik dibawah menunjukan nomor band pada citra. Dalam kasus ini anda menggunakan landsat TM data, sehingga anda akan melihat nilai dari setiap band sebagai satu individu yang diukur dari suatu grafik.
        5. Klik tombol untuk warna kuning diatas kolom signature.
        6. Pilih satu titik pada citra di layer dan klik atau geser satu area yang terang pada citra (atap bangunan atau daerah terbuka) sebuah signature baru untuk area yang terang akan ditunjukan dalam warna kuning.
        7. Klik kembali pada green color button untuk menghapus signature. Pada saat anda meng-klik color button yang kedua kalinya, signature yang sudah ada (garis berwarna) dalam citra akan hilang.
        8. Pilih satu titik pada citra dilayar dan geser ke sebuah area hijau, area vegetasi kembali untuk melihat sebuah signature baru.

        Melihat rata – rata signature untuk sebuah tampilan

        1. Klik pada icon blue color.
        2. Aktifkan option Average.
        3. Arah cursor pada layer citra, dan geser melalui salah satu area laut yang berwarna gelap yang mengelilingi pulau dibagian bawah.
        4. Signature baru yang ketiga terlihat berwarna biru. Perhatikan bahwa garis signature lebih tipis pada bagian ini.
        5. Pada waktu mengunakan Average, Signature merupakan akumulasi rata-rata dari seluruh nilai data pada seluruh area yang dicoba tadi.
        6. Anda dapat menambahkan signature rata-rata dengan melanjutkan langkah no 3. Hal ini memungkinkan anda untuk melihat gambaran rata – rata signature lainnya diluar tampilan yang ada (di banding dengan satu pixel pada satu waktu.
        7. Klik pada ikon Close pada Cell Vales profile pada kotak dialog untuk menutup.
      3. Mengukur Lokasi dan jarak

        Tujuan : Belajar untuk mengukur tampilan lokasi geografi dalam satu citra, dan mengukur jarak antara dua titik pada satu citra.

        Melihat koordinat geographi dalam citra

        1. Dari menu View, pilih ikon Cell Coordinate…. Kotak dialog dari Cell Coordinate akan muncul. Geser di dalam citra pada layer. Tiga daerah diatas pada kotak dialog menunjukan lokasi pixel pada saat ini pada citra koordinat kolom (X) dan baris (Y), dan system koordinat Timur/Utara dan Latitude/Longitute.
        2. Arah kursor pada citra di layer, dan geser pointer pada citra.
          Posisi citra dan lokasi geographi dari cell akan muncul, sesuai dengan apa yang kita inginkan.
          Catatan : Kolom Timur/Utara dan Latitude/Longitude nilainya hanya akan muncul jika citra sudah registrasi pada salah satu proyeksi peta.

        Mengukur jarak beberapa titik dalam citra

          Tiga kolom dibawah dari Cell Coordinate dialog menunjukan jarak antara titik – titik dimana kita pertama kali menggeser ikon mouse dan titik dimana kita letakkan. Jarak yang ditunjukkan adalah sebagai jarak dalam satuan imperial (kaki dan miles). Jarak dalam satuan metrik (meter dan kilometer), dan jarak antar dataset (nomor piksel dalam sumbu X dan Y).
        1. Letakkan kursor pada layer dicitra dan klik sembarang titik dalam citra. Kolom jarak pada satuan imperial, metrik, dan dataset dibuat dengan nilai kosong .
        2. Tampilkan dua tampilan citra dan geser mouse diantara keduanya. Jarak antara kedua titik ini seperti yang akan ditunjukkan sesuai dengan apa yang kita geserkan. Perhitungan jarak antara kedua citra ini disebut dengan mensuration.
        3. Klik ikon Close pada kotak dialog Cell Coordinates untuk menutup.
      4. Melihat profil traverse

        Tujuan : Mengetahui cara melihat nilai data citra untuk semua band yang digambarkan sesuai profile garis atau polygon ( disebut traverse extraction).

        Mengatur tampilan untuk membaca profile traverse

        1. Buka Samarinda.ers
        2. Dari menu toolbar View, pilih ikon Traverse
          Kotak dialog New map Composition dan Traverse akan terlihat.
        3. Pada kotak dialog New Map, kemudian klik pada ikon Vector file. Sebuah kotak dialog peringatan dan annotation Tools akan muncul. Anda akan menggunakan vector annotation tools untuk menggambarkan garis traverse pada citra.
        4. Klik Close jika ada peringatan ER Mapper untuk menutup. (pada saat anda menggunakan annotation tools pemakaian model Fixed page tidak disarakan, tapi karena hanya untuk latihan hal ini tidak apa – apa).

        Menggambarkan sebuah garis traverse pada citra.

        1. Pada kotak dialog Tools, klik Annotation : Poly Line
        2. Dalam citra dilayar, untuk mendapatkan satu garis yang benar dengan cara meng-klik sekali titik start, kemudian klik kembali pada akhir titik , dilanjutkan dengan peng-klikan ganda untuk mengakhiri definisi satu garis. Sebuah profile garis akan muncul ER Mepper Traverse dialog. Garis ini menunjukan potongan atau perubahan dalam nilai pixel bawah pada garis traverse seperti yang kita gambarkan. Nilai mutlak dari citra pada band 1 ditunjukan sebagai garis profile hitam.

        Gambar 27. Jendela Traverse

        Melihat profile untuk tiga band dataset

        1. Pada ER Mapper dialog, klik ikon Bands
          Kotak dialog Traverse Band Selection akan muncul.
        2. Tekan Ctrl key pada computer anda, kemudian klik pada band 1, 2, dan 3 dalam list untuk memilih.
        3. Klik OK pada Traverse band selection dialog.
          Profile untuk ketiga band akan muncul pada ER Mapper Traverse dialog, dengan sebuah keterangan pada pojok kanan atas yang mengindikasikan pada masing – masing band. Tipe ini akan menjelaskan hubungan antara nilai data dalam ketiga band. (dalam kasus ini, anda akan melihat nilai data untuk band yang sama dalam citra RGB (1,2,3/542), tapi anda juga dapat melihat profile untuk yang tidak digunakan pada citra yang di tampilkan.
      5. Membaca Scattergram pada citra
      6. Tujuan : Belajar untuk membaca hubungan antara nilai data citra dalam dua band sebagai dimensi plot yng disebut dengan Scattergram.

        Suatu scattergram memberikan pengertian secara grafik pada anda untuk melihat korelasi antara nomor digital dalam dua band citra. Nilai dari satu band dilihat pada sumbu Y dan nilai lainnya pada sumbu X. Dua lokasi nomor digital pada masing-masing pixel dalam dua dimensi ruang pada grafik.

        Membuka satu kotak dialog Scattergram

        1. Dari menu view, pilih Scattergram…..
        2. Klik menu cancel pada kotak dialog New Composition untuk menutupnya.

        Gambar 28. Jendela Scattergram

        Kotak Scattergram secara otomatis akan memunculkan citra dalam layer yang aktif. Mutlak, sebuah scattergram baru diplot pada band 1 di citra pada sumbu X dan band 2 pada sumbu Y, dan pengelompokan titik akan ditunjukkan dengan cara berbagai warna di dalam layar scattergrams. Warna – warna ini merupakan perwakilan dari akumulasi frekuensi (atau kerapatan) dari nilai kedua band tersebut. Area Scattergrams dengan kerapatan titik yang tinggi ditunjukkan pada daerah warna di bagian atas dari grafik warna (merah dan kuning) dan kerapatan titik yang rendah berada pada daerah bawah dari grafik warna(biru dan magenta). Secara tipikal, daerah kerapatan tinggi akan ditampilkan dengan perbandingan sebuah nomor besar dalam kedua band, seperti daerah luas pada air.

        Merubah kombinsi band pada citra
        Dalam scattergrams untuk band 1 dan 2, perlu dicatat bahwa titik-titik data biasanya berkelompok. Ini menandakan bahwa ada korelasi yang kuat antara data dan dua band tersebut (keduanya dapat dilihat pada band untuk daerah air), sehingga diharapkan akan dapat memberikan informasi tambahan.

        1. Pada scattergrams doalog, klik ikon Setup…


          Gambar 29. Kotak dialog Scattergrams Setup

          Kotak dialog Scattergrams Setup akan terbuka untuk mengganti band pada citra, mendefinisikan region, dan fungsi lainnya. Pindahkan kursor sehingga tidak akan menutupi dialog Scattergrams atau layar citra.
        2. Klik pada list drop-down untuk daerah sumbu Y, dan pilih B4. ER Mapper akan menggambar kembali scattergrams, pada saat ini nilai data dari band 4 ada pada sumbu Y.
        3. Klik pada ikon Limit to Actual untuk mengatur sumbu X dan Y kepada data actual pada kisaran band 1 dan 4. Perbesar layar scattergrams agar memenuhi layar. Dapat dikatakan bahwa titik-titik yang ditunjukkan pada band 1 dan 4 mempunyai korelasi yang kuat, sehingga dapat menunjukkan informasi yang berbeda. (band 4 merekam reflektansi dekat daerah infrared).

        Merubah batasan axis menjadi zoom in pada bagian scattergrams
        Perhatikan titik-titik kecil, mengelompok dan padat di sudut kiri bawah dari scattergrams (ditunjukkan dengan warna cyan, hijau dan merah). Ini menidentifikasikan bahwa terdpat frekuensi yang tinggi pada titik dalam kedua band tersebut.

        1. Letakkan titik mouse (tanpa ditekan) disekeliling area kelompok yang padat. Secara langsung diatas layar scattergrams, ER Mapper akan menunjukkan posisi pointer dalam scattergrams dan nilai data dalam kedua band tersebut. Nilai pertama adalah di sumbu X (band 1), dan nilai kedua di sumbu Y (band 4). Untuk lebih memfokuskan pada area didalam scattergrams, anda dapat menggunakan mouse untuk determinasi perkiraan limit data dari pengelompokan solid, dan selanjutnya mereset limit X dan Y kepada “zoom in”.
        2. dalam dialog Setup Scattergrams, aktifkan pilihan Defer Display, ikon Display (yang semula berwarna abu-abu) sekarang sudah aktif. Ikn Defer Display memberi perintah pada ER Mapper menunda proses pembaharuan scattergrams sampai anda selesai melakukan perubahan yang diinginkan (dalam hal ini batas axis).
        3. Edit nilai maksimum pada sumbu X menjadi 120, dan tekan Enter atau Return untuk pengecekan.
        4. Edit nilai maksimum pada sumbu Y menjadi 30, dan ekan Enter atau Return
        5. Klik ikon Display
        6. ER Mapper akan menunjukkan kembali scattergrams pada “zoom in” pada kelompok solid, sehingga anda dapat lebih jelas melihat detailnya.
        7. Pada dialog Setup Scattergrams, klik ikon Limits to Actual, selanjutnya klik Display kembali. Scattergrams zoom akan kembali menampilkan extents sebelumnya.
        8. Matikan pilihan Defer Display
        9. Pada dialog Scattergrams klik Close untuk menutupnya dan Setup Scattergrams.